Aku dan Kamu, Baik atau Jahat?

Aku : aku bingung, kenapa ya aku selalu dijahatin orang?

Kamu : karena kamu terlalu baik.

Aku : trus kenapa juga aku selalu dimanfaatin orang?

Kamu : karena kamu terlalu lugu, terlalu mudah percaya.

Aku : aku cuma pingin hidup lurus. aku cuma pingin baik sama orang lain. aku berusaha untuk ngga nyakitin orang. kenapa aku masih sial juga?

Kamu : kalau yang kamu jalankan itu adalah 20 tahun yang lalu, mungkin itu masih berlaku. bahwa jika kamu memilih untuk lurus, untuk selalu berbuat baik, kamu juga akan mendapatkan kebaikan. Tapi kalau masa sekarang, susah!

Aku : kenapa? apa yang bikin hukum alam jadi berubah?

Kamu : ekonomi. ekonomi yang morat marit sekarang bikin orang cenderung tega berbuat jahat pada orang lain. orang lebih nekat, lebih berani dan menggunakan segala cara untuk survive.

Aku : termasuk dengan memanfaatkan pada orang lain?

Kamu : termasuk dengan memanfaatkan pada orang lain. kalau bisa dimanfaatkan, kenapa tidak?

Aku : Apa aku musti jadi jahat juga, supaya orang-orang berhenti manfaatin aku, berhenti berbuat jahat sama aku?

Kamu : sayangnya, kamu mau jadi baik atau jahat, kalau kamu bisa dimanfaatkan, maka orang lain tetap akan berusaha memanfaatkan kamu.

Aku : trus aku harus gimana? :(

Kamu : Waspada. Tidak semua berlangsung seperti yang kita lihat.

3 Comments »

  1. Geo said

    Terkadang kebaikan dan kepercayaan yang kita berikan kepada orang lain disalah gunakan untuk mencari keuntungan bagi mereka sendiri tanpa memperdulikan akibat bagi orang yang mereka kerjai! Dan perlu kita ingat juga bahwa di dalam berteman hrs “selalu” ada pembatas2x antara friends, saudara atau siapa saja, apalagi kalo kita mempunyai sifat yang lugu dan polos yg ngak biasa berbohong (krn bohong itu dosa :) ). So harus selektif dalam memilih teman agar yang dipilih ngak memanfaatkan kita……

  2. kebanyakan orang akan memberi solusi: waspada dan pilihlah temanmu.

    sedikit — sangat sedikit — orang akan berkata: teruslah bersikap baik dan tulus kepada semua orang meskipun mereka tidak setulus kamu. aku sering membaca kata bernas ini dari buku buddha, taoisme, dan pengalaman orang-orang tua yang bijaksana.

    mia akan memilih menjadi orang kebanyakan itu atau kelompok yang sedikit?

    aku selalu mencoba menjadi orang yang sedikit itu.

    salam.

  3. miacantik said

    Dear GEO dan abang JARAR, hari ini, barusan aja, mia ngalamin lagi… Orang yang selama ini mia pikir ga mungkin jahat, apalagi dah mia ikut bantu bisnisnya, malah ternyata di belakang maki2 sahabat mia (krn sahabat mia posisinya lemah dan dia bisa injak2 sahabatku itu gitu aja) sambil bilang mia punya rencana busuk untuk hancurkan bisnisnya!!!
    Kali ini cuma ada satu kata : LAWAN!
    Kalo dia pikir mia punya rencana busuk, maka dia akan dapatkan itu sekarang. Mia ngga akan diam.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment