Archive for December, 2006

Metamorphoself!

Another New Year is only 3 days away! How’s y’all preparation so far, facing the new ‘beginning’ of your life? Have y’all made some plannings -good ones, offcourse- or you just play ‘just walk and see’? Hmmm… sounds familiar, right, especially for those who have no passion in running their life. And I certainly hope that you’re not one of them ;)

Well, if last year I was writing about “how to make a next-year resolution”, at this upcoming next year, I will tell you about METAMORPHOSELF.

METAMORPHOSELF is my own terminology, actually (just think about it, should I put TM on it?) It refers to a condition, that we will change into something better. So, what’s  the different between (regular) metamorphosis with METAMORPHOSELF? Well, this is the easier description. When we see how an itchy, disguisting cartepillar turns into a beautiful butterfly, we sometimes mis-see it and assume it as two different creatures. That is what we call metamorphosis. Well, such changing is too sophisticated (and too soap-opera) for us to adopt (unless those who are candidates of “Swan” :D ), so I try to simplify it into a simple, yet so cool, METAMORPHOSELF. In METAMORPHOSELF, I would like to ask y’all to together metamorphosize into someone new, someone better, but still, that someone is you.

Let’s say, if in previous life, you are fussy )ceriwis-miw), you don’t have to change yourself into someone calm, too calm that you can’t even say anything at all!!! Or if you were less-pretty, please don’t do some plastic surgery that makes you look like… someone not you, that not only people from your past, but YOU yourself, can’t even recognize your own reflection in the mirror!

That’s why, the key to do the METAMORPHOSELF is about recognizing the true yourself. Tentang mengenal diri sendiri. Mengenal kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan kita, untuk kemudian ‘meramu’nya menjadi sesuatu yang lebih baik. Istilah farmasinya, reformulasi. These are some ways of doing METAMORPHOSELF successfully.

Yang pertama, kita pilah-pilih yang mana kelebihan kita, dan yang mana kekurangan kita. Tulis aja di kertas biar lebih gampang. Jangan ragu untuk tanya orang tua, sodara, tetangga atau bahkan  Pak Erte di tempat kita, untuk bantu memilah-milah. Karena kan, konon, kita tidak bisa menilai diri kita sendiri secara baik.

Setelah dipilah-pilah, lakukan seleksi. Sifat buruk kita yang kira-kira udah kebangetan, misalnya ’suka malakin anak SMP di perempatan’, atau sifat-sifat yang ngga penting-penting amat tapi menghabiskan energi, seperti ‘hobi menghitung jumlah semut berbaris untuk menganalisa bahwa dalam satu kerajaan semut ada berapa SSK (satuan setingkat kompi), ya sebaiknya dibuang saja. Karena segala yang kita lakukan adalah cerminan dari diri kita sendiri. Kalo kita sering melakukan hal-hal yang jahat, ya maka orang akan melihat diri kita jahat. Kalo kita sering melakukan hal-hal baik, orang akan melihat diri kita sebagai orang yang baik. Dan kalo kita sering melakukan hal-hal yang ngga penting, yaaa sori-sori aja, artinya elo emang NGGA PENTING! hehehe…

Nah, ibarat sampah, ada yang bisa dibuang, ada juga yang bisa didaur ulang. Begitu juga sifat kita. Yaaa, boleh lah buruk-buruk dikit, tapi siapa tau bisa dimanfaatkan jadi sesuatu yang baik? Misalnya, hobi memalak anak SMP tadi, alangkah baiknya jika disalurkan menjadi “hobi meminta sumbangan untuk korban bencana alam atau panti asuhan”. Dengan begitu, hobimu tersalurkan, dan kamu dapet pahala. Atau hobi menghitung semut berbaris, bisa disalurkan menjadi “hobi menjadi auditor negara yang menghitung aset-aset BUMN untuk melihat kebocoran dana di sana sini”. Halaahh… jadi susah banget ya? Ya pokoknya, selama bisa diarahkan menjadi sesuatu yang baik, kenapa ngga?

Nah, kalo yang buruk udah dicoret atau didaur ulang, kali ini kita lihat sifat-sifat baik kamu. Yang sudah sangat baik, ya dijaga supaya tetap cemerlang. Yang baik, ya di-improve supaya jadi lebih baik.  Yang standar, ya di-kursus-in aja, supaya keluar sertifikatnya, hehehe. Intinya, jangan kelewat puas kalau kamu sudah terkenal sebagai “si cantik yang rajin memberi santunan kepada pengemis di jalan raya”. Alangkah indahnya jika kamu lebih dikenal sebagai “si cantik yang bertutur kata lembut dan rajin memberi santunan kepada pengemis di jalan raya kota Bandung, Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya di Indonesia”.

Kembali ke teori METAMORPHOSELF, kayanya penjelasan di atas sudah cukup yah, untuk menggambarkan teori tersebut. Jadi, sebetulnya kita tidak harus menjadi orang lain jika kita mau berkembang menjadi orang yang lebih baik. Tidak musti ikut-ikutan orang kok. Alangkah cantiknya kalau kita bisa tetep jadi diri kita sendiri, dalam bentuk yang lebih baik.

Emang sulit jadi orang baik. Dan lebih sulit lagi, jadi orang yang bener-bener mau niat tulus, untuk jadi lebih baik dari yang sebelumnya. Jadi, intinya kembali ke diri kita masing-masing. Cukup puas dengan kondisi sekarang? Jangan dulu lah… Di agama kita kan juga dibilang, orang yang beruntung adalah, orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Kalau hari ini sama dengan hari kemarin, konon itu adalah orang yang merugi. Dan yang lebih buruk dari kemarin, waaahhh, cilaka!

Kalau itu mah namanya bukan METAMORPHOSELF, tapi malah METAMORPHOSUCK!

Happy new year Guys!!!

Comments (5)

10 Things I Hate about Bandung

Ini adalah 10 hal yang saya benci dari Bandung (terjemahan bebas dari judul di atas) :

  1. Cinta Pertama saya alami di Bandung

  2. Dan kemudian, patah hati pertama juga di Bandung

  3. Ditambah lagi, saat-saat patah hati itu, kuliah saya terancam gagal

  4. Saat ini, saat saya tidak sedang patah hati ataupun kuliah gagal, saya dapet order kerjaan yang lumayan berat

  5. Yang sesungguhnya sih baik-baik aja, asalkan saya bisa tinggal di tempat kos yang tidak ada JAM MALAM

  6. Dan kosan itu pagarnya terlalu tinggi buat diloncatin (lebih butuh mobil PMK daripada sekadar tangga saking tingginya!)

  7. Tapi itu tetap bukan masalah, karena masalah yg lebih besar adalah JAM BIOLOGIS WARGA BANDUNG YG PENDEK

  8. Yang bikin saya susah cari makan semalam (jam 9-10 malam) karena semuanya habis

  9. Dan begitu dapet makan dan mau pulang, angkot udah pada ngilang, sedangkan manggil BlueBird lewat layanan telpon dudutz banget, ngga ada yang angkat (curiga jangan2 petugasnya udah tidur!!!)

  10. Dan yang terparah dari semuanya, di Bandung ngga ada Unduk :’( (walaupun kebetulan sejak Minggu Unduk disini utk liburan, tapi tetep aja kalo hari-hari normal, saya ngga bisa ketemu Unduk!)

Aaaaaaaaarrrrggggghhhh…!!!! *jenggutjenggutrambut*

Comments (8)

That’s What Friends Are For…

Pagi ini, ada reply email dari salah satu temen gue, sebagai jawaban dari promosi blog gue ini (hehehe…)

“Idihhhhhhh miak…ganti deh screen-nya…masa sama ama punya si kutu busuk itu..mo bukti..liat deh di www.(sumthing).net

hiks…ayoo dong ganti hiks”

Secara gue adalah teman yang paling baik, manis, lucu dan imut, dan tanpa mengurangi rasa narsis, gue juga cantik, lemah lembut dan pengertian, maka dengan ini gue rela mengganti theme yg tadinya paling lumayan, menjadi theme yang… yah, agak lumayan.

*it took me more than 2 hours to find the goddamned less-right theme, Yunk… Not to mention that the internet (and also me) is in “f*ckin’ dodol mode-on”, so u better up know that u owe me soooo much, as much as a million rups, or in your case, it’s equal with 100 euros!!!*

Uhm… u know I love u khan, Yunk…

Comments (1)

Mules Berjamaah!

Ini kejadian aktual banget, soalnya baru terjadi setengah jam yang lalu.

Ceritanya saya, Unduk dan Mpiq makan siang jam 2-an tadi. Kita makan di warung chinese food (dibilang warung karena kecil, dibilang chinese food karena jelas-jelas yang jualan bukan orang Tegal!) langganan. Udah bisa masuk kategori langganan belom yah, karena saya udah sekitar 3 kali lah makan disitu. Dan saya seneng kesitu, soalnya selama 3 kali kunjungan, saya selalu pesan tumis genjer, tapi ngga pernah sama dapetnya. Yg pertama tumis genjernya berkuah tapi cawerang (bening/encer), trus kunjungan kedua, tumisnya tidak berkuah. Nah yang ketiga, tumisnya berkuah, tapi warnanya coklat! Jadi seakan-akan saya dapat menu baru terus, hehehe. Yang terpenting, makanannya enak, dan harganya pun matching sama kantong. Yah, toyib lah buat mulut, dan toyib buat kantong, walaupun kehalalannya belom terjamin, huehehehe…

Selesai makan, ceritanya Mpiq minta dianterin beli baju. ‘Buat bekel gaul ntar malem’ katanya. Ya udah, kita bertiga naek angkot ke Cihampelas. Pikiran saya, paling belinya ya baju-baju gaul, jadi angkot saya minta stop di depan Promenade, karena disitu ada distro clothing gitu. Belom masuk ke pintu distro, eh si Mpiq udah komen lagi, ‘Miw, gue mah mau beli kemeja…, yang resmi-resmi dewasa gituh. Ga bisa ke tempat ABG begini!’. Oalaaahhh, ye maap!!! Secara saya memang lupa, kalo umur saya dan Mpiq terpaut tiga ratus tujuh puluh taun!

Akhirnya kita berjalan ke arah Ciwalk. Udara dingiiinnn… banget, padahal masih jam setengah 3-an. Mungkin karena hujan rintik-rintik, dan berjalan menentang arah angin, jadi makin terasa dingin. Saya yang benci dingin mulai merasa tanda-tanda kelainan dari tubuh saya. Perut saya mulai membunyikan genderang perang, berontak berinteraksi dengan cuaca. Dan lama-lama, jadi mules gitu. Duh, gimana nih?

Baru lewat pertigaan (kira-kira depan ujung jalan Plesiran), saya langsung memberi isyarat ‘Timed Out!’. Perut saya kayanya bener-bener ngga bisa diajak kompromi. Wkatu saya bilang ke Unduk kalau saya pingin balik dulu ke warnet buat ke WC, eh tau-tau Unduk juga bilang, ‘kayanya Unduk juga mules deh…’ Halaaahhh! Akhirnya saya dan Unduk sepakat pingin balik dulu. Kita pamitan sama Mpiq, sepakat kalau Mpiq dibiarkan belanja aja dulu sepuasnya, supaya kita juga bisa ke WC sepuasnya, untuk kemudian saya dan Unduk balik lagi ke CIwalk utk jemput Mpiq.

Untungnya Mpiq menyerah tanpa syarat. Ya udah, saya dan Unduk langsung nyebrang jalan dan berjalan ke arah becak-becak yang mangkal di depan Warung Laos. Eh, belom sempat saya nawar becak, tiba-tiba kedengeran suara teriak, “Miw!!!” Ternyata si Mpiq. Sambil lari-lari dia tanya, “Naik becak ke warnet berapa?”. Saya pikir dia dengan baiknya tidak mau merepotkan saya, jadi saya balik tanya, “Emang lu kenapa? mau pulang sendiri nanti?”. Mpiq nyengir sambil bilang, “Ngga… kayanya gue mules juga!” Oalaaahhh…

Jadi, kalo kira-kira pada tanggal 26 Desember jam tiga sore  ada yg liat 2 becak racing di Jl. Sederhana, Bandung, nah itu kemungkinan besar becak saya dan Mpiq, yang lagi balapan dulu-duluan sampe di warnet, supaya dapet wc yang paling bagus di lantai dasar.

Ayo Maaangggg…. Kebuuuutttt!!!

(In case lu ga ngerti, ini adalah) Epilog

Yang menang dari racing “The Amazing Race, Episode : Toilet” barusan dinyatakan tidak ada. Karena saya memilih untuk pergi ke WC lantai 1 yang notabene kurang nyaman daripada kelamaan karena musti bunuh-bunuhan dulu sama Mpiq untuk rebutan WC (dan kemudian terjadilah hal-hal yang saya harap ga akan terjadi pada saya, baik di dunia nyata maupun dunia maya). Sementara -ternyata- Mpiq, begitu sampe warnet, mulesnya ilang.
Huuu… Cangkeul Deeee!!!

Comments (1)

Unfortunate, Idiot First-Timer

Dooohhh, gara2 ceu mira, gue terpancing utk bikin blog sendiri di wordpress. “Biar ikut jadi blog seleb”, ceunah. Sayangnya gue belom pernah blogging di web-blog khusus, kecuali di prenster, jadi gue untuk beberapa hari ini masih bingung cara postingnya.

Nah, yg lebih membingungkan lagi, ternyata waktu tadi gue mau apdet, gue lupa passwordnya, hiks hiks. Udah gue coba dari password email, password frenster (secara gue alzheimer akut, jadi kalo bikin password ga pernah jauh2 dari 2 kata itu, biar ga lupa!), tetep aja ga bisa. Gue memutar otak… kalo ga salah, di email kita kan dikirimin login sama passwordnya sama wordpress.com, tapi, masalah yg tak kalah pelik adalah…

GUE JUGA LUPA, DI EMAIL GUE YANG MANA ?!?!?!

Jadi butuh waktu 2 jam, 28 menit dan 54 detik (kalo ga percaya itung sendiri deh!), untuk menemukan email dari wordpress, di account email yg tepat. Untung aja ketemu. Phew!!!

Abis nulis ini,  rencananya gue mau apdet blog gue ini. Dengan catatan, itu pun kalo gue belom bete gara2 susahnya nyari login dan password :’(

Comments (1)